PARADIGMA PENELITIAN PENDIDIKAN

Sebelum pembahasan perihal paradigma penelitian pendidikan, perlu ditegaskan bagaimana posisi masalah, tujuan penelitian, dan karakteristik data dalam konteks pemilihan paradigma penelitian pendidikan. Masalah, tujuan penelitian, dan karakteristik data merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan sebelum memilih paradigma penelitian tertentu. Dengan demikian, paradigma penelitian diabdikan untuk menjawab masalah dan menjelaskan pencapaian tujuan penelitian sesuai dengan karakteristik data yang akan dikumpulkan, dan bukan sebaliknya. Oleh karena itu, pemahaman peneliti mengenai masalah penelitian apa yang akan dipecahkan melalui penelitian, tujuan  apa yang akan dicapai, dan bagaimana karakteristik data yang akan dikumpulkan sangat penting sebelum menetapkan paradigma tertentu yang akan dipilih. Ibaratnya, paradigma penelitian merupakan alat potong atau pisau bedah yang akan digunakan peneliti untuk membedah “hutan masalah” penelitian. Itu berarti, jenis dan karakteristik “hutan masalah” akan mengarahkan peneliti dalam memilih alat potong atau pisau bedah tertentu.

 

KONSEP DASAR

            Dalam referensi penelitian, istilah yang digunakan itu menyebut paradigma beragam, ada yang menggunakan paradigma, tipe, atau desain. Belum lagi dikacaukan dengan metodologi dan metode. Paradigma (paradigm) bersifat perspektif atau berisi pandangan-pandangan penelitian sejalan dengan paradigma yang dipilih. Contoh paradigma adalah kualitatif, kuantitatif, dan kualitatif-kuantitatif. Sementara itu, metodologi merujuk kepada bagaimana penelitian dilaksanakan, misalnya etnografi atau survei. Selanjutnya, metode merujuk kepada alat atau teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data, misalnya wawancara, penyebaran angket, dan tes (Henning, 2007). Munculnya tiga paradigma penelitian tersebut juga berkaitan dengan empat tujuan penelitian yang telah kita kenal selama ini, yakni mengeksplorasi (explore), mendeskripsi (describe), memprediksi (predict), dan menjelaskan (explain).

 

RAGAM PARADIGMA DAN PRINSIP PEMILIHANNYA

            Paradigma penelitian. Secara garis besar, ada tiga paradigma penelitian, yakni kualitatif (qualitative research), kuantitatif (quantitative research), campuran kualitatif-kuantitatif (mixed research).      Menurut Kanbur (2003), kekualitatifan dan kekuantitatifan dalam suatu penelitian itu  tidak selamanya dikotomis, tetapi ada juga yang bersifat kontinum (dalam Hulme, 2007). Paradigma penelitian kualitatif adalah paradigma penelitian yang berisi pandangan-pandangan atau keyakinan bahwa fokus penelitian adalah kualitas (hakikat dan esensi), akar filsafat yang dianut di antaranya adalah fenomenologi dan interaksi simbolik, aktivitas utamanya adalah kerja lapangan, etnografis, grounded, tujuannya adalah pemahaman, deskripsi, temuan, dan pemunculan hipotesis, desain yang digunakan bersifat lentur, fleksibel, berevolusi, dinamis, latar penelitiannya alamiah, sumber data yang dijadikan sasaran kecil, tidak acak, pengumpulan data dengan memanfaatkan peneliti sebagai instrumen utama, modus analisis induktif, dan temuannya komprehensif dan holistik serta mementingkan transferabilitas (Alwasilah, 2002).

            Paradigma penelitian kuantitatif adalah paradigma penelitian yang mempunyai keyakinan bahwa fokus penelitian merujuk kepada kuantitas (berapa banyak) dengan menggunakan landasan filsafat positivisme dan empirisme. Kegiatan penelitian ini di antaranya dilakukan melalui eksperimen dengan menggunakan analisis statistik. Tujuan penelitian diarahkan kepada deskripsi, prediksi, kontrol, dan pebuktian hipotesis. Desain ditentukan lebih awal dan cenderung terstruktur ”sempurna” dengan menggunakan sampel besar, acak, dan representatif. Pengumpulan data menggunakan tes, skala angka, survei, kuesener, dan hasilnya dianalisis menggunakan statistik untuk memperoleh temuan yang persis untuk melakukan generalisasi.  

            Paradigma penelitian kuantitatif-kualitatif adalah paradigma penelitian yang memadukan pandangan-pandangan kualitatif dan kuantitatif dalam pelaksanaan suatu penelitian. Pemaduan metode-metode kualitatif dan kuantitatif dapat dilakukan dalam tiga kemungkinan, yakni dalam bentuk komplementasi (complementation), kombinasi (combination), dan triangulasi atau lintas validasi (triangulation or cross-validation) (Lazaro dan Marcos, 2006). Pemaduan tipe pertama tiap-tiap metode digunakan untuk memecahkan masalah yang berbeda sesuai kebutuhan, misalnya masalah 1 dipecahkan melalui metode kualitatif dan masalah 2 dipecahkan dengan metode kuantitatif. Pemaduan tipe kedua bersifat saling melengkapi dan dua metode itu dikombinasikan untuk menutupi kukurangan metode yang lain, misalnya bila dalam suatu rumusan masalah mempunyai dua aspek, aspek yang satu dipecahkan dengan menggunakan metode kualitatif dan aspek yang lain dipecahkan dengan menggunakan metode kuantitatif secara berurutan atau pada tahap pertama penjelasan dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif untuk kemudian diteruskan dengan menggunakan metode kualitatif. Adapun pemaduan tipe ketiga dilakukan seperti triangulasi, yakni penggunaan metode kualitatif untuk memantapkan temuan metode kualitatif atau sebaliknya. Yang perlu diperhatikan dalam pemaduan itu adalah jangan sampai ada pemaksanaan atau mengada-ada. Lakukan pemaduan kalau memang benar-benar dibutuhkan sesuai dengan tujuan penelitian dan karakteristik data yang dikumpulkan. Semangat pemaduan paradigma itu adalah untuk mencapai penjelasan yang menyeluruh dan tuntas. 

            Prinsip-prinsip pemilihan paradigma penelitian.  Prinsip umum pemilihan paradigma penelitian adalah pilihlah paradigma penelitian sesuai dengan kebutuhan, yakni sesuaikan dengan tujuan penelitian yang akan dicapai, masalah yang akan dipecahkan, dan karakteristik data yang akan dikumpulkan. Paradigma yang dipilih diabdikan kepada pencapaian tujuan penelitian, pemecahan masalah, dan karakteristik data yang akan dikumpulkan. Paradigma penelitian kualitatif dipilih bila penelitian bertujuan menjelaskan apa dan mengapa suatu fenomena terjadi, datanya verbal, interpretatif, multirealitas dan multitafsir, bergantung konteks, dan untuk mengembangkan teori. Paradigma penelitian kuantitatif dipilih bila penelitian bertujuan menjelaskan berapa banyak suatu fenomena, bagaimana hubungan antaraspek, datanya bersifat numerikal, dapat diukur, ”bebas” konteks, dan untuk menguji teori. Paradigma penelitian kualitatif-kuantitatif dipilih bila penelitian itu membutuhkan cara-cara kualitatif dan kuantitatif sekaligus untuk menjelaskan fenomena dan tujuan penelitian. 

 

 

CATATAN PENUTUP

            Meneliti merupakan pekerjaan menarik, menyenangkan, membanggakan dan mendatangkan penghasilan. Oleh karena itu, selayaknya para sarjana atau siapa saja yang berkecimpung dalam dunia ilmu tertarik untuk melakukan penelitian. Perihal metode penelitian jangan terlalu dirisaukan. Metode penelitian dapat dipelajari bersamaan dengan kegiatan melakukan penelitian. Semakin banyak meneliti akan semakin banyak menguasai metode penelitian. Mengenai paradigma penelitian, sekalipun istilah yang digunakan berbeda-beda, kita tidak perlu risau. Yang penting, kita memahami hakikatnya secara benar, dan kemudian mencoba menggunakannya dalam pelaksanaan penelitian.        Terlepas dari paradigma mana yang dipilih, langkah-langkah umum penelitian meliputi: (a) mengidentifikasi dan mengembangkan topik dan masalah, (b) menemukan informasi latar belakang terkait dengan topik atau masalah yang dipilih, (c) memperdalam sumber-sumber yang dirujuk, (d) mengembangkan proposal penelitian, (e) mengembangkan instrumen penelitian, (f) mengumpulkan data penelitian, (g) mengolah dan menganalisis data penelitian, (h) membahas temuan, dan (i) menulis laporan lengkap.

 

  

DAFTAR RUJUKAN

Alwasilah, C. 2002. Pokoknya Kualitatif. Jakarta: Pustaka Jaya

Henning, Gavin. 2007. Qualitative Methodology. (online) (http://www.dartmouth-edu/-saper/qualitative.toolkit.pdf)

Hulme, David. 2007. Integrating Quantitative and Qualitative Research for Country Case Studies of Development. Makalah disajikan dalam Comparative Analysis Methodological Workshop, Beijing, January 2007

Lazaro, M. dan Marcos, E. 2006. An Approach to the Integration of Qualitative and Quantitative Research Methods Software Enginering Research. (online) (http://www.dartmouth-edu/-saper/qualitative.pdf)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: