INDIKATOR BUKU TEKS BAHASA INDONESIA

 

                Buku teks berisi materi pembelajaran yang disiapkan penulis untuk membantu siswa dan guru dalam melaksanakan pembelajaran. Siswa dan guru diharapkan benar-benar terbantu dengan kehadiran buku teks yang dikembangkan penulis. Artinya, adanya buku teks akan memungkinkan siswa dan guru lebih mudah mencari dan menemukan materi pembelajaran yang diharapkan memfasilitasi siswa mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Tegasnya, adanya buku teks diharapkan siswa akan lebih mudah mencapai kompetensi pembelajaran yang telah ditetapkan, sehingga mereka lebih mudah dan cepat dalam menyelesaikan studi, melanjutkan studi, mempersiapkan diri memasuki dunia pekerjaan, dan belajar sepanjang hayat di tengah masyarakat.

Buku teks umumnya disiapkan untuk wilayah yang luas (provinsi dan bahkan nasional). Buku teks yang disiapkan untuk dipasarkan secara nasional itu dikembangkan oleh penulis dengan semangat sedapat mungkin bisa digunakan di seluruh wilayah tanah air. Untuk itu, penulis pastilah berupaya untuk menampilkan sajian materi pembelajaran yang bisa dimanfaatkan siswa dan guru di berbagai penjuru wilayah. Akan tetapi karena banyaknya pertimbangan yang harus diperhatikan, tentulah tidak semua aspek bisa teramu dalam buku teks. Akibatnya, buku teks tersebut mempunyai kekurangan-kekurangan.  Oleh karena itu, guru diharapkan dapat menutupi kekurangan-kekurangan materi dalam buku teks yang beredar di pasaran. Mangapa demikian? Bila guru mampu, materi pembelajaran terbaik sesungguhnya adalah materi yang disiapkan oleh guru.

Materi pembelajaran yang disiapkan penulis dalam buku teks dikembangkan berdasarkan standar isi (lampiran Permendiknas No. 22/2006) setiap mata pelajaran. Sebagai salah satu sumber belajar, buku teks yang berkualitas, menurut Badan Standar Nasional Pendidikan/BSNP, wajib memenuhi empat kelayakan, yakni kelayakan substansi isi, kebahasaan, penyajian, dan kelayakan kegrafikaan (BSNP, 2007). Empat unsur kelayakan itu dijabarkan menjadi indikator-indikator yang sangat rinci. Indikator-indikator rinci tersebut diharapkan dapat membantu guru dalam memilih buku teks yang akan digunakan bersama siswa di sekolahnya.

Empat unsur kelayakan buku teks tersebut hendaknya benar-benar diperhatikan oleh setiap penulis buku teks. Walaupun begitu, sesungguhnya, yang menjadi penentu kualitas buku teks, termasuk buku teks Bahasa Indonesia, adalah kelayakan substansi isi, terutama ketepatan penulis memahami esensi dan arah setiap SK/KD serta kemampuan menerjemahkannya menjadi untaian materi yang akurat dan berkualitas sehingga mampu mendorong dan mengondisikan siswa belajar berbahasa dan bersastra Indonesia secara optimal.    

Untuk mewujudkan buku teks BI yang berkualitas (memenuhi empat kelayakan) kerjasama yang baik antara penulis, editor, dan penerbit/percetakan sangat diperlukan. Penulis tidak sendirian dalam mewujudkan indikator-indikator tersebut menjadi sebuah buku teks yang berkualitas. Penulis hanya menyediakan naskah buku teks yang masih harus diedit oleh editor dan kemudian diolah dan dilengkapi dengan gambar, ilustrasi, dan lain-lain oleh penerbit/percetakan sehingga menjadi buku teks yang bermutu. Dalam proses panjang itu, sering terjadi “konflik” antara penulis dengan editor dan penerbit.    

 

Rujukan

BSNP. 2006. Standar Penilaian Buku Teks. Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan

Suyono

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FS UM

HP 081555617604/e-mail: suyono.ok@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: